“Sebulan dari dua RT itu Rp1.100.000,” ungkapnya.
Penghasilan itu harus cukup untuk menghidupi enam orang. Sebuah angka yang jauh dari kata layak.
Saat ditanya soal fasilitas sanitasi, Nurjamal kembali menghela napas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kamar mandinya ada, tapi nggak ada WC. Kalau hujan saya kehujanan,” katanya.
Lebih memilukan lagi, menurut pengakuannya, pihak kecamatan maupun pemerintah kabupaten belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ke rumahnya.
“Belum pernah. Belum pernah,” tegasnya.
Ia mengaku Bantuan yang pernah ia terima hanyalah BPJS Kesehatan dari desa, itu pun baru aktif sekitar empat bulan terakhir.
“Baru dibikinin, baru jalan empat bulan,” katanya.
Dengan Kondisi Keterbatasan, Nurjamal menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna.
“Semoga saja pemerintah bisa mensejahterakan masyarakat. Peduli masyarakat,” ucapnya lirih pelan.***
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : Total Banten






