Hidup di Gubuk Reyot 20 Tahun, Warga Serang Bertahan di Tengah Bocor, Banjir, dan Janji Bantuan

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Misnadi Riyanto Salah Satu Warga Serang, Telah Menghuni Gedung Reyot dalam Kurun Waktu 20 Tahun, (Dok:Ipung).

Misnadi Riyanto Salah Satu Warga Serang, Telah Menghuni Gedung Reyot dalam Kurun Waktu 20 Tahun, (Dok:Ipung).

Harapan sebenarnya sempat tumbuh tahun lalu. Misnadi mengaku telah mengurus berbagai persyaratan untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. Berkas-berkas dikumpulkan, data diverifikasi, dan ia sempat diberi kabar bahwa prosesnya hampir selesai.

“Tahun kemarin semua data sudah lengkap. Katanya sudah siap, waktu mau puasa itu. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sinergi Pemkab Serang–Bank BJB, Program CSR Dukung Penguatan Kapasitas Pejabat dan Camat

Kalimat itu diucapkan tanpa amarah, lebih terdengar seperti lelah yang terlalu sering ditahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, memperbaiki rumah secara mandiri hampir mustahil bagi Misnadi. Untuk sekadar menutup kebutuhan harian saja sudah menjadi perjuangan tersendiri.

Di usia 45 tahun, ia tak meminta rumah mewah. Ia hanya ingin tempat berteduh yang tidak bocor, lantai yang tidak tergenang, dan ruang kecil yang bisa benar-benar disebut tempat istirahat.

BACA JUGA :  Drama RAPBD 2026 Kabupaten Serang; Sekda Dituding Biang Kerok Pembahasan Molor

“Ya saya mohon, rumah saya dibantu supaya layak dihuni. Biar ada tempat istirahat yang benar,” ucapnya penuh harap.

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Mahasiswa UI Dorong Panglimaja Jadi Senjata Warga Tegalmaja Lawan Pengangguran
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Minggu, 6 September 2026 - 16:09

Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page