Jejak Pengkhianatan dan Runtuhnya Daulat Lada di Banten

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reruntuhan bangunan Surosowan Banten. (Dok)

Reruntuhan bangunan Surosowan Banten. (Dok)

Ia duduk di atas takhta, namun setiap geraknya diawasi oleh moncong meriam dari Benteng Speelwijk yang dibangun Belanda tepat di samping istananya.

Ironinya, Banten diwajibkan membayar biaya perang sebesar 600.000 ringgit, sebuah angka yang membuat kas kesultanan bangkrut dan memaksa rakyat memikul beban pajak lada yang mencekik.

“Tanpa intervensi militer Belanda yang masif, Sultan Haji hampir dapat dipastikan akan kalah,” tulis Guillot dalam buku berjudul Banten: Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII.

Nasib ini menegaskan analisis M.C. Ricklefs dalam A History of Modern Indonesia since c. 1200 bahwa kemenangan Haji justru menjadikan Banten sebagai ‘negara vasal’ yang tak lagi memiliki ruang napas diplomatik di luar keinginan Batavia.

Di sisi lain, perlawanan terhadap Belanda tidak benar-benar padam. Syekh Yusuf al-Makassari, penasihat spiritual Sultan Ageng, memilih jalur gerilya hingga akhirnya tertangkap pada 1683.

BACA JUGA :  Siulan 'Teeeet' Penanda Kedatangan Udin; Perantau di Serang yang Bertaruh di Atas Sepeda Reot!

Khawatir akan pengaruh karismatiknya, Belanda membuang Yusuf ke Sri Lanka, lalu ke Cape Town, Afrika Selatan, pada 1693. Meski dibuang ke ujung dunia, Syekh Yusuf justru menjadi bapak komunitas Muslim di sana.

Runtuhnya kedaulatan di tingkat elite pada abad ke-17 menyisakan luka sosiologis yang bernanah di tingkat akar rumput.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus Kesti TTKDH Kabupaten Serang Periode 2026-2031 Dilantik
Dari Serang ke Panggung Nasional: Jalan Panjang Najwa Khaira Menjemput Mimpi
BKPRMI Banten Konsolidasi Pengurus Jelang Ramadhan, Siapkan Digitalisasi Organisasi
Siulan ‘Teeeet’ Penanda Kedatangan Udin; Perantau di Serang yang Bertaruh di Atas Sepeda Reot!
Dari Tanah Jawara untuk Serambi Mekkah: 7 Ribu Pakaian Baru Brand Lokal Banten Tenun Asa di Aceh
Memulangkan Marwah Stadion Maulana Yusuf, Menjemput Mimpi di Lintasan Lari
Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon Ditangkap Tim Gabungan Polda Banten
Menata Kota dari Kursi Rakyat: Jejak Pengabdian Budi Rustandi untuk Kota Serang
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silahkan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 15:09

Pengurus Kesti TTKDH Kabupaten Serang Periode 2026-2031 Dilantik

Kamis, 23 April 2026 - 18:12

Dari Serang ke Panggung Nasional: Jalan Panjang Najwa Khaira Menjemput Mimpi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:42

BKPRMI Banten Konsolidasi Pengurus Jelang Ramadhan, Siapkan Digitalisasi Organisasi

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:23

Siulan ‘Teeeet’ Penanda Kedatangan Udin; Perantau di Serang yang Bertaruh di Atas Sepeda Reot!

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:27

Jejak Pengkhianatan dan Runtuhnya Daulat Lada di Banten

Berita Terbaru