Transformasi Literasi, Gedung Perpustakaan Baru Kabupaten Serang Usung Konsep Inklusivitas

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPKD Kabupaten Serang, Rahmat Fitriyadi saat memberikan keterangan pers

Kepala DPKD Kabupaten Serang, Rahmat Fitriyadi saat memberikan keterangan pers

TOTALBANTEN.COM, SERANG — Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) menuntaskan pembangunan gedung perpustakaan baru di kawasan Sindangheula. Melampaui fungsi konvensional sebagai tempat penyimpanan buku, fasilitas ini dirancang sebagai ruang inklusif yang mengedepankan aspek keramahan (hospitality) untuk mengubah peradaban masyarakat melalui pengetahuan.

Kepala DPKD Kabupaten Serang, Rahmat Fitriyadi, menjelaskan bahwa pembangunan fisik gedung dua lantai tersebut saat ini telah rampung. Gedung yang berdiri di atas lahan seluas 1.866 meter persegi ini tengah memasuki tahap penyusunan konsep manajemen operasional sebelum resmi dioperasikan.

“Tahap awal pembangunan sudah selesai. Saat ini kami sedang menyusun strategi operasional agar gedung ini benar-benar berfungsi optimal bagi publik,” ujar Rahmat saat ditemui di pusat Pemerintahan Kabupaten Serang, Senin (5/1/2026).

Rahmat menekankan bahwa arah kebijakan perpustakaan ke depan akan berfokus pada literasi inklusif. Konsep ini memandang literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan instrumen untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.

Menurut Rahmat, literasi adalah pintu masuk utama dalam melakukan transformasi peradaban. Peningkatan pengetahuan masyarakat diyakini menjadi kunci perubahan pola pikir (stigma) ke arah yang lebih positif.

BACA JUGA :  Bunda Paud Tinawati Andra Soni: Sinergitas Lintas Sektor Penting

“Literasi itu luas; tidak hanya terpaku pada buku, tetapi juga pada pengalaman, penuturan sejarah daerah, hingga pertukaran ide antarindividu. Inilah yang akan membawa masyarakat kita menuju peradaban yang lebih baik,” tuturnya.

Salah satu terobosan yang diusung dalam pengelolaan gedung baru ini adalah penerapan prinsip hospitality atau keramahan tamah. DPKD berambisi menjadikan perpustakaan sebagai “rumah bersama” bagi berbagai lapisan masyarakat.

Nantinya, gedung ini tidak hanya menjadi milik birokrasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas media, praktisi pendidikan, tenaga kesehatan, hingga pegiat seni. “Semua elemen harus merasa memiliki gedung ini. Kami ingin menciptakan ekosistem di mana setiap pengunjung merasa diterima dan dilayani dengan baik,” tambah Rahmat.

BACA JUGA :  Strategi BPKAD Kabupaten Serang Menjaga Resiliensi Fiskal di Tengah Efisiensi Nasional

Meski bangunan fisik telah siap, tantangan muncul pada akses jalan menuju lokasi perpustakaan di Sindangheula. Rahmat mengakui bahwa infrastruktur penunjang tersebut belum terakomodasi dalam anggaran tahun sebelumnya.

Namun, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Serang telah memberikan lampu hijau untuk perbaikan akses jalan tersebut dalam waktu dekat. Perbaikan ini dinilai krusial agar masyarakat dapat menjangkau fasilitas literasi ini dengan nyaman.

“Fungsi gedung ini harus berjalan seoptimal mungkin. Kami berharap kehadiran perpustakaan ini menjadi momentum bagi pertumbuhan pengetahuan yang berkelanjutan di Kabupaten Serang,” pungkasnya.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debt Collector Sikat Anggota Brimob Polda Banten, Dua Orang Terkapar
Inflasi Banten Capai 2,70 Persen pada Mei 2026, Lebak Tertinggi
Banten Menuju Fase Penduduk Menua, Bonus Demografi Masih Jadi Modal Utama
Reklame Raksasa Tiba-Tiba Berdiri di Median Jalan Letnan Sutopo Tangsel, PBG Dipertanyakan
Nekat Beraksi Siang Bolong! Motor Scoopy Raib Digondol Maling Saat Pemilik Belanja di Minimarket
Mas Bahlil Ganteng : Politisi Golkar Anggap Tak Masalah
Kasus Penganiayaan Pelajar di Pandeglang Masih Berproses, Polisi Tak Larang Korban Bicara ke Media, Tapi?
Serapan APBD Kabupaten Serang Baru 24,84 Persen, Didominasi Belanja Pegawai
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:57

Debt Collector Sikat Anggota Brimob Polda Banten, Dua Orang Terkapar

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:29

Inflasi Banten Capai 2,70 Persen pada Mei 2026, Lebak Tertinggi

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:56

Banten Menuju Fase Penduduk Menua, Bonus Demografi Masih Jadi Modal Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:16

Reklame Raksasa Tiba-Tiba Berdiri di Median Jalan Letnan Sutopo Tangsel, PBG Dipertanyakan

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:14

Mas Bahlil Ganteng : Politisi Golkar Anggap Tak Masalah

Berita Terbaru