TOTALBANTEN.COM, SERANG — Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) menuntaskan pembangunan gedung perpustakaan baru di kawasan Sindangheula. Melampaui fungsi konvensional sebagai tempat penyimpanan buku, fasilitas ini dirancang sebagai ruang inklusif yang mengedepankan aspek keramahan (hospitality) untuk mengubah peradaban masyarakat melalui pengetahuan.
Kepala DPKD Kabupaten Serang, Rahmat Fitriyadi, menjelaskan bahwa pembangunan fisik gedung dua lantai tersebut saat ini telah rampung. Gedung yang berdiri di atas lahan seluas 1.866 meter persegi ini tengah memasuki tahap penyusunan konsep manajemen operasional sebelum resmi dioperasikan.
“Tahap awal pembangunan sudah selesai. Saat ini kami sedang menyusun strategi operasional agar gedung ini benar-benar berfungsi optimal bagi publik,” ujar Rahmat saat ditemui di pusat Pemerintahan Kabupaten Serang, Senin (5/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rahmat menekankan bahwa arah kebijakan perpustakaan ke depan akan berfokus pada literasi inklusif. Konsep ini memandang literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan instrumen untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.
Menurut Rahmat, literasi adalah pintu masuk utama dalam melakukan transformasi peradaban. Peningkatan pengetahuan masyarakat diyakini menjadi kunci perubahan pola pikir (stigma) ke arah yang lebih positif.
“Literasi itu luas; tidak hanya terpaku pada buku, tetapi juga pada pengalaman, penuturan sejarah daerah, hingga pertukaran ide antarindividu. Inilah yang akan membawa masyarakat kita menuju peradaban yang lebih baik,” tuturnya.
Salah satu terobosan yang diusung dalam pengelolaan gedung baru ini adalah penerapan prinsip hospitality atau keramahan tamah. DPKD berambisi menjadikan perpustakaan sebagai “rumah bersama” bagi berbagai lapisan masyarakat.
Nantinya, gedung ini tidak hanya menjadi milik birokrasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas media, praktisi pendidikan, tenaga kesehatan, hingga pegiat seni. “Semua elemen harus merasa memiliki gedung ini. Kami ingin menciptakan ekosistem di mana setiap pengunjung merasa diterima dan dilayani dengan baik,” tambah Rahmat.
Meski bangunan fisik telah siap, tantangan muncul pada akses jalan menuju lokasi perpustakaan di Sindangheula. Rahmat mengakui bahwa infrastruktur penunjang tersebut belum terakomodasi dalam anggaran tahun sebelumnya.
Namun, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Serang telah memberikan lampu hijau untuk perbaikan akses jalan tersebut dalam waktu dekat. Perbaikan ini dinilai krusial agar masyarakat dapat menjangkau fasilitas literasi ini dengan nyaman.
“Fungsi gedung ini harus berjalan seoptimal mungkin. Kami berharap kehadiran perpustakaan ini menjadi momentum bagi pertumbuhan pengetahuan yang berkelanjutan di Kabupaten Serang,” pungkasnya.
Editor : Imam Maulana