PBNU Terbelah Dua, A’wan NU KH Matin Syarkowi Ultimatum Pimpinan: Islah atau Mundur Demi Umat

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:08

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

A’wan PBNU KH Matin Syarkowi saat menyampaikan pandangannya terkait polemik dualisme kepengurusan PBNU di Kota Serang, Banten, Selasa, 16 Desember 2025

KH Matin juga menyinggung alasan sebagian pihak yang menolak islah. Menurutnya, penolakan sering kali didasarkan pada dugaan bahwa ajakan islah berpihak pada salah satu kubu. Ia menilai dugaan semacam itu tidak cukup kuat untuk menutup pintu rekonsiliasi.

“Kalau masih dugaan, seharusnya yang didahulukan tetap islah. Menduga itu belum tentu benar,” ucapnya.

Dalam pandangannya, pimpinan NU harus menempatkan kemaslahatan organisasi dan jamaah sebagai prioritas utama. Ia mengingatkan, NU bukan milik individu atau kelompok tertentu, melainkan milik umat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau islah tidak diterima, dugaan itu justru semakin kuat. Dari situ muncul pemakzulan dan pengangkatan pejabat sementara. Akhirnya lahir dualisme,” ujarnya.

KH Matin menilai akar persoalan saat ini bukan semata soal prosedur organisasi, melainkan kegagalan untuk menjadikan islah sebagai prinsip utama. Tanpa kesadaran moral dari para pimpinan, konflik serupa berpotensi terus berulang.

“Saya berharap Rais Aam PBNU sadar, Ketua Umum PBNU sadar. Kalau tidak sadar semua, lebih baik mundur. Beri kesempatan kepada orang-orang yang benar-benar khidmah tanpa kepentingan,” tegasnya.

Terkait wacana Muktamar Luar Biasa (MLB), KH Matin menyebut langkah tersebut bisa menjadi opsi, namun hanya relevan jika didahului oleh kesepakatan islah sebagai dasar rekonsiliasi.

Penulis

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir
Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19

“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.

Berita Terbaru

Exit mobile version