Kini, Pupuk Pak Bhabin sudah diproduksi dalam tiga varian: Kompos Standar, Premium, dan Padat. Pupuk Premium—yang merupakan hasil ayakan pertama dengan tekstur lebih halus—dijual Rp10.000 per kilogram, sama dengan varian Padat, sementara Standar kemasan 10 kg dijual Rp20.000.
Pemasarannya tidak main-main. Selain dipasarkan ke berbagai kelompok tani (Poktan) di Serang, pupuk ini didistribusikan ke seluruh Polsek di bawah wilayah hukum Polres Serang.
Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung program nasional ‘Satu Desa Satu Hektar Penanaman Jagung’ dalam rangka penguatan ketahanan pangan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari Pupuk ke Briket Ramah Lingkungan
Inovasi tim Tegal Maja tak berhenti pada pupuk. Mereka kini telah memanfaatkan sisa bahan organik menjadi briket bahan bakar alternatif.
Briket ramah lingkungan ini dapat digunakan sebagai pengganti kayu bakar atau gas elpiji, sebuah langkah lanjutan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil.
Pupuk Kompos Pak Bhabin bukan sekadar produk baru. Ia adalah simbol kolaborasi nyata antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan.
Desa Tegal Maja kini menjadi contoh desa kreatif yang berhasil mengubah limbah yang bau menjadi berkah yang menghasilkan. (Red)






