“Mereka lebih banyak menyampaikan temuan lapangan yang belum diketahui pemerintah. Di sinilah pentingnya ruang seperti saresehan, sebagai jembatan antara suara mahasiswa dan pengambil kebijakan,” ungkapnya.
Ilham berharap, kegiatan dialog semacam ini dapat menjadi “kebiasaan baru” dan tidak terbatas pada
momentum hari jadi daerah saja.
“Kami ingin ini menjadi kebiasaan baru: berdialog, membangun kepercayaan, lalu melahirkan solusi bersama. Karena pada akhirnya, pembangunan Kabupaten Serang adalah tanggung jawab kita semua,” tutupnya. (Arp/Red).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT






