Jalannya menuju mimbar legislatif tidaklah mulus. Setelah lulus Madrasah Aliyah, ia sempat bercita-cita menjadi tentara, namun takdir membawanya ke jalan yang berbeda.
Bahrul Ulum memilih melanjutkan pendidikan di IAIN Serang (sekarang UIN SMH Banten). Di sana, ia tidak hanya menggembleng diri secara akademis, tetapi juga mengasah jiwa kepemimpinannya dengan aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Merangkai Langkah Politik dari Organisasi Pemuda
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketertarikan Bahrul Ulum pada dunia politik dimulai sejak remaja, saat ia aktif di Pramuka. Pembina Pramuka-nya yang juga tokoh Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) membukakan pintu baginya ke Partai Golkar.
Sejak menjadi pemilih pemula pada Pemilu 1997, ia mulai menapaki karier di dunia politik. Langkah demi langkah, ia mengabdi di berbagai organisasi kepemudaan seperti AMPI, AMS, dan KNPI, hingga dipercaya menjadi Sekretaris KNPI Kabupaten Serang.
Perjalanan ini tak mudah. Bahkan, saat hendak menghadiri kongres HMI di Jambi pada 1999, ia harus berjuang keras mencari biaya.
Keterlibatannya dalam menyusun materi Rakerda Partai Golkar akhirnya memberikan jalan, menguatkan keyakinannya bahwa pengabdian di jalur politik adalah takdirnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya