Honor Nakes di Dinkes Banten Masuk Kode Rekening Tenaga Ahli Rp1,7 Miliar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nus) Banten, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Dir/Totalbanten.com)

Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nus) Banten, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Dir/Totalbanten.com)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Penggunaan kode rekening belanja tenaga ahli untuk membayar honor tenaga kesehatan menjadi sorotan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Provinsi Banten.

Persoalan tersebut mencuat setelah BEM Nusantara melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Rabu (26/8/2026).

Mereka mempertanyakan penggunaan anggaran tenaga ahli sekitar Rp1,7 miliar di Dinas Kesehatan yang tercantum dalam APBD Banten 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, penelusuran Total Banten terhadap dokumen APBD Banten 2026 mencatat belanja jasa tenaga ahli pemerintah provinsi mencapai Rp55,47 miliar. Anggaran itu tersebar dalam 184 paket pekerjaan di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

BACA JUGA :  Anak Usia 13 Tahun Digauli Pegawai SPPG di Kabupaten Serang, Aksinya Direkam!

Dinas Kesehatan menjadi salah satu OPD yang mengalokasikan anggaran tersebut dengan nilai sekitar Rp1,702 miliar. Alokasi itu menempatkan Dinkes dalam daftar OPD dengan belanja tenaga ahli terbesar di lingkungan Pemprov Banten.

BEM Nusantara menyoroti salah satu penggunaan rekening tersebut, yakni pembayaran honor tenaga kesehatan yang menjalankan tugas piket pada posko PHBN/PHBI.

BACA JUGA :  Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru

Berdasarkan informasi yang diperoleh BEM Nusantara dalam audiensi, honor tenaga kesehatan tersebut dibayarkan menggunakan kode rekening tenaga ahli.

Tenaga kesehatan yang bertugas disebut dapat berasal dari ASN maupun tenaga kesehatan swasta yang menjalankan penugasan tertentu. Pembayaran diberikan berdasarkan penugasan piket dan latar belakang pendidikan.

Besaran honor disebut bervariasi. Untuk dokter, misalnya, pembayaran piket disebut berada pada kisaran Rp500.000 hingga Rp700.000 per penugasan. Sementara nominal untuk tenaga kesehatan lainnya dapat berbeda sesuai tugas dan kualifikasinya.

BACA JUGA :  Dugaan Penyalahgunaan Wewenang hingga Kolusi di Balik Pengadaan Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar Pemprov Banten

BEM Nusantara mempertanyakan mengapa pembayaran kepada tenaga kesehatan tersebut dibebankan melalui rekening belanja jasa tenaga ahli.

Sekretaris Bidang Sosial Budaya Politik BEM Nusantara Provinsi Banten, Syafatul Amin, mengatakan pihaknya belum ingin menarik kesimpulan sebelum memperoleh dokumen yang menjelaskan dasar penganggaran dan pembayaran tersebut.

“Setelah kami melaksanakan audiensi, ada beberapa hal yang memang menjadi kejanggalan bagi kami,” kata Syafatul.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dituntut 5 Tahun Penjara, Direktur PT PMT Minta Dibebaskan dalam Kasus Limbah Cikande
Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook
Bupati Serang Minta Lintas Sektor Kolaborasi Tekan Stunting dan Gizi Buruk
Diduga Rem Blong, Mobil Rombongan Manasik Haji Tabrak Motor dan Bus Murni di Pandeglang
Anak 15 Tahun Tenggelam di Kolam Retensi Pemprov Banten
Kapal Ferry Milik PT ASDP Terbakar di Selat Sunda, Penumpang Dievakuasi
Setahun Kasus Selly Mandek, Penyidik Polresta Tangerang Dipanggil Polda Banten
Rumah Tangga Memanas! Suami Laporkan Istri Atas Kasus Dugaan KDRT

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:25

Dituntut 5 Tahun Penjara, Direktur PT PMT Minta Dibebaskan dalam Kasus Limbah Cikande

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:34

Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22

Bupati Serang Minta Lintas Sektor Kolaborasi Tekan Stunting dan Gizi Buruk

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Diduga Rem Blong, Mobil Rombongan Manasik Haji Tabrak Motor dan Bus Murni di Pandeglang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:34

Anak 15 Tahun Tenggelam di Kolam Retensi Pemprov Banten

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page