Sengketa Utang Gadai Mobil di Serang Berujung Kematian

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga Korban menunjukan Hasil Lapoan, Dok (Ist/Totalbanten.com).

Keluarga Korban menunjukan Hasil Lapoan, Dok (Ist/Totalbanten.com).

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Seorang perempuan berinisial A, warga Kampung Kepaksan, Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, diduga mengalami penganiayaan saat menagih utang gadai mobil kepada seseorang yang disebut berprofesi sebagai guru sekolah Dasar.

Korban mengalami pendadarahan hebat di bagian kepala belakang kanan, hidung serta telingan bagian kanan.

Korban sempat di rujuk ke RSDP Kabupaten Serang, namun naas nyawanya tak tertolong (meninggal Dunia).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang di himpun, persoalan gadai mobil itu telah berlangsung sejak 2018 dan tak kunjung terselesaikan.

Adik korban, Isah Amelisa, mengatakan bahwa mobil milik kakaknya digadaikan dengan janji pembayaran Rp500 ribu per bulan dari terduga pelaku.

“Baru berjalan satu bulan pembayaran, setelah itu sudah tidak ada lagi pembayaran. Mobil juga tidak ada. Setiap ditagih tidak pernah ada itikad baik,” kata Isah saat dikonfirmasi, Senin (26/6/2026).

Menurutnya, keluarga korban selama ini hanya berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun begitu, kata dia, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Ia berkata, pada Senin sore 18 Mei pekan lalu, korban pergi seorang diri ke rumah terduga pelaku untuk kembali menagih utangnya. Korban berangkat sekitar pukul 17.30 WIB dengan berjalan kaki.

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : Totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page