TOTALBANTEN.COM, TANGERANG – Proyek transportasi air (waterway) di Kota Tangerang, Banten yang sempat digadang-gadang sebagai solusi kemacetan, kini menjadi sorotan.
Meski pernah disokong dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Jerman senilai Rp 3,5 miliar, fasilitas tersebut tak kunjung beroperasi dan justru terbengkalai.
Di kawasan Kalipasir, dermaga yang dibangun di bantaran Sungai Cisadane berdiri tanpa aktivitas. Tak ada perahu, apalagi penumpang. Yang tersisa hanya struktur beton dan jejak ambisi transportasi yang tak pernah benar-benar dijalankan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga setempat, Amir, mengingat betul awal proyek itu diperkenalkan. Ia menyebut waterway dirancang sebagai jalur alternatif dari Bogor menuju Tangerang untuk mengurangi beban lalu lintas darat.
“Dulu katanya buat transportasi umum, dari Bogor ke Tangerang. Buat ngurai macet,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Namun, harapan itu tak pernah terwujud. Hingga kini, menurut Amir, tak satu pun aktivitas transportasi air terlihat.
Bahkan, dermaga apung yang semula dibangun kini kehilangan fungsi akibat sedimentasi yang mengubah tepian sungai menjadi daratan.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






