Ia juga menegaskan lembaga inkubator yang ia naungi hanya bertugas memberikan pembinaan dan pendampingan
“Kami memang lembaga inkubator, tupoksinya memberikan pembinaan dan pendampingan kepada seluruh pelaku UMKM di Banten khususnya Kabupaten Serang dengan sekarang jumlahnya 134 peserta, ” Tutur Nia.
Menurut Nia, program inkubasi wirausaha tahun 2026 terdiri dari beberapa rangkaian program mulai tahap seleksi hingga bimtek pemberian materi sesuai kebutuhan yg telah di ambil
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi program inkubasi wirausaha 2026 ini ada serangkaian program, pertama kita tahap seleksi dari 200 kemudian kita seleksi menjadi 134 yang lolos dengan sudah kita penilaian. Kemudian yang kedua ada bimtek ini bimtek selama 3 hari bentuknya nanti blok apa UMKM diberikan pelatihan-pelatihan materi-materi khusus yang sesuai dengan identifikasi awal kebutuhannya ada olahan pangan dan juga ekonomi kreatif, ” Kata Nia.
Untuk itu, 134 orang pelaku umkm dibagi menjadi dua bagian 113 olahan pangan dan 21 ekonomi kreatif
“113 peserta olahan pangan atau kuliner FNB yang 21 orang adalah ekonomi kreatif. Nanti ada pelatihan sesuai bidangnya juga,” Ucap Adang.
Tidak hanya berhenti disitu, ia mengungkapkan setelah diberikan pemahaman materi, mereka akan diberikan pendampingan online dan benchmarking
“Kemudian dari situ ada pendampingan secara online site offline site visit tenan. Yang ketiga kita akan benchmarking tenan kunjungan ke tenan sukses di luar kota serta keempat ada bisnis matching yang terakhir monitoring evaluasi. Jadi lima rangkaian ini yang ada dalam program inkubasi wirausaha 2026,” Tutur Nia.
Kedepan tidak menutup kemungkinan, ia mengatakan bisa terjadi penambahan modal sesuai dengan kebutuhan
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya