Dari 134 pelaku umkm, dalam segi produk menurutnya udah memiliki kualitas yg bagus, layak, memenuhi persyaratan hingga bisa masuk ke 60 ritel
“Kalau kualitas produk itu sudah masuk kriteria sudah cukup bagus, makanya lolos seleksi. Sudah penilaian baik dari perizinan, IRT, halal, dan segala macam perizinannya sudah lengkap mereka memenuhi persyaratan untuk UMKM naik kelas nantinya, sebagian udah masuk ke ritel kurang lebih ada 20 pengusaha UMKM di 60 ritel se Kabupaten Serang,” Tutur Adang.
Kendati demikian hasil penjaringan, ada dua produk justru yang mendominasi mulai dari aneka makanan hingga ekraf
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Produk makanan yang banyak sama ekraf. Bisa dilihat tadi udah bagus kerajinannya udah cukup potensial, ” Tutur Adang.
Dibalik kualitas produk yg baik, ia mengatakan sistem penjualan yang selalu menjadi penghambat pelaku umkm untuk berkembang
“Tantangannya itu sistem penjualan, sistem penjualan harus makanya dari Dinas Koperinda berupaya mulai dari pembentukan sampai dengan promosi penjualan kita upayakan, kita dampingi terus, ” Tegas Adang.
Dua kegiatan tersebut bekerjasama langsung dengan inkubator bisnis RBC dari Cilegon
Selain itu, Direktur Inkubator Bisnis RBC, Nia Desmalia mengatakan dalam kerja sama yang dibangun, pihaknya hanya bertugas dalam penanganan teknis
“Teknisnya alhamdulillah, kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Serang karena sudah diberikan kepercayaan sebagai lembaga inkubator yang melaksanakan program inkubasi wirausaha di tahun 2026 ini, ” Kata Nia.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya