Sementara KRI Leuser dan KRI Lepu masing-masing melakukan pencarian pada sektor yang telah ditentukan dalam operasi SAR tersebut.
Sejumlah SRU juga melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun, sampai pencarian berlangsung, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dilaporkan hilang kontak.
Pada pukul 13.31 WIB, SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 melanjutkan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Saat proses penyisiran berlangsung, Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan material debu vulkanik cukup tebal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam pelaksanaan operasi pencarian.
Al Amrad menegaskan keselamatan seluruh personel SAR tetap menjadi prioritas dalam operasi pencarian.
“Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Hingga pukul 15.22 WIB, SRU 5 menggunakan KP Sanjaya masih melakukan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Namun, tim kembali belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya