“Ini malah justru mengambil jalur exit Tol Ciujung, Kragilan, terus mengambil jalur Ciruas-Pontang, Kabupaten Serang. Akhirnya kejadian seperti ini, menyabet kabel, kemudian yang dirugikan adalah masyarakat,” ujarnya.
Pemadaman listrik tersebut berdampak terhadap aktivitas warga. Kholid mengatakan pompa air tidak dapat digunakan, aktivitas peternakan terganggu, sementara pelaku UMKM yang mengandalkan peralatan listrik juga kesulitan berproduksi.
“Ini jelas merugikan kami,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kholid mengaku mendapat informasi dari PLN bahwa pemulihan jaringan dapat membutuhkan waktu hingga sekitar satu pekan.
Warga juga menyoroti potensi kerugian akibat terhentinya aktivitas sehari-hari selama listrik padam.
“Persoalan ganti rugi mungkin bisa ditangani, hitung-hitungan ekonominya. Tapi bagaimana dengan kerugian tentang kebutuhan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti memasak nasi juga harus pakai listrik,” ujarnya.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







