Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang

Rabu, 2 September 2026 - 13:41

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Wamenkop Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurrafiq Kunjungi PT Indah Kiat Tbk, Kabupaten Serang (Ipung/totalbanten).

Hanif mengatakan sekitar 60 hingga 70 persen kertas bekas yang digunakan industri kertas masih berasal dari impor.

“Dari 14 juta ton itu baru 7 jutanya yang mampu dipenuhi melalui virgin pulp atau dari hutan tanaman industri. Sisanya, ini dari kertas bekas,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Heppy Moiras mengatakan perusahaan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang dalam program pengelolaan sampah.

Menurut Heppy, pemilahan menjadi syarat penting karena RDF yang diproduksi di fasilitas perusahaan membutuhkan bahan baku dengan karakteristik yang lebih homogen.

“Iya kita siap berkolaborasi dengan arahan dari Pak Kadis LH Kabupaten Serang. Prinsipnya sampah-sampah harus dipilah karena di kami RDF-nya ini jenisnya yang lebih homogen,” kata Heppy.

Perusahaan, kata dia, siap mendukung program pemilahan yang dilakukan pemerintah daerah. Jenis sampah yang dapat dimanfaatkan akan disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan di fasilitas tersebut.

Heppy juga menegaskan bahwa pengolahan sampah di PT Indah Kiat bukan kegiatan yang baru dimulai. Pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap dan kini telah memasuki tahap ketiga.

“Oh sudah berjalan, sudah beroperasi. Ini enggak ujug-ujug, jadi bertahap. Yang disaksikan beliau ini adalah yang tahap tiga yang investasinya lebih besar, kapasitasnya lebih besar,” ujarnya.

Untuk kapasitas pengolahan saat ini, Heppy menyebut berada di kisaran 6.000 ton. Namun, angka tersebut merupakan kapasitas fasilitas, sedangkan pengoperasian tetap disesuaikan dengan kondisi optimal.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lawan Kerawanan Pangan di Tanah Jawara, DKP Banten Gandeng PT Pos
Erupsi Gunung Krakatau Bikin Warga Serang Terpapar ISPA, Dinkes: Angkanya Fluktuatif
7 SRU Dikerahkan, Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Masih Nihil
Kejari Serang Cabut Perwalian Anak Korban Kejahatan, Wali Pengganti Ditunjuk
Masih Nihil! Basarnas Banten Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi GAK
5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan
Bikin Geger Warga Serang, Niat Buang Sampah Malah Temukan Mayat
Pemkab Serang Siapkan Pasokan 400 Ton Sampah untuk PSEL Kota Serang Tahun 2027
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:58

Lawan Kerawanan Pangan di Tanah Jawara, DKP Banten Gandeng PT Pos

Kamis, 10 September 2026 - 15:26

Erupsi Gunung Krakatau Bikin Warga Serang Terpapar ISPA, Dinkes: Angkanya Fluktuatif

Rabu, 9 September 2026 - 22:40

7 SRU Dikerahkan, Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Masih Nihil

Rabu, 9 September 2026 - 12:53

Kejari Serang Cabut Perwalian Anak Korban Kejahatan, Wali Pengganti Ditunjuk

Selasa, 8 September 2026 - 22:30

Masih Nihil! Basarnas Banten Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi GAK

Berita Terbaru

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page

Exit mobile version