“Pertunjukan tradisional Ubrug saat ini kurang banyak dikenal di kalangan anak muda. Oleh karena itu, kegiatan ini untuk menyosialisasikan kesenian Ubrug kepada masyarakat Pandeglang sebagai upaya nyata pelestarian budaya lokal di tengah ancaman kepunahan,” kata Surya.
Menurutnya, keterbatasan panggung dan fasilitas tidak menyurutkan semangat para pemain untuk terus mementaskan Ubrug. Pertunjukan bahkan tetap digelar di panggung sederhana yang berada di tengah permukiman warga.
Surya menjelaskan, Ubrug bukan sekadar pertunjukan hiburan. Kesenian tersebut memadukan sejumlah unsur seni tradisional, seperti tari, silat, debus dan musik tradisional yang dikemas dalam lakon-lakon jenaka khas Ubrug.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebenarnya Ubrug ini bukan sekadar tontonan, tetapi ini adalah kesenian orang Banten, khususnya Pandeglang. Bisa jadi ini jati diri orang Pandeglang. Oleh karena itu, kami berharap bisa dikenal oleh generasi muda sekarang agar kesenian ini tidak punah,” ujarnya.
Sementara itu, Aria, salah seorang pemain musik Ubrug, mengatakan pertunjukan tersebut selain menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesenian tradisional asli Banten.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya