Menurut Deni, kejadian bermula ketika pancang atau penopang kerangka jembatan telah terpasang dan dinaikkan. Namun, kondisi tanah di pinggir sungai kemudian bergerak.
“Untuk pancang itu sudah terpasang, terus tanah di pinggir sungainya itu gerak, makanya terjadi insiden,” ujarnya.
Pasca-insiden, pekerjaan sempat dihentikan sementara. Pihak pelaksana bersama pihak Dinas PUPR dan tim terkait melakukan evaluasi terhadap metode pekerjaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ganti tim lagi dari Eriksen. Kita sama orang dinas mengevaluasi cara metode pekerjaan yang kemarin, supaya kejadian tidak terulang kembali,” kata Deni.
Ia mengatakan, metode konstruksi pekerjaan jembatan juga telah diarahkan oleh konsultan dan pihak Dinas PUPR. Sementara pelaksana berada pada posisi mengawasi pekerjaan di lapangan.
“Kalau untuk konsultan dan pihak dinas juga sudah mengarahkan. Itu kan metode dari pihak Eriksen. Kalau kita hanya mengawasi pekerjaan,” ujarnya.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







