Menurut dia, perlu dilakukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan komponen belanja yang masuk dalam kelompok rekening jasa tenaga ahli.
“Iya makanya kok Rp52 miliar kayaknya enggak mungkin. Nanti saya cek dulu. Lagi dicek,” ujarnya.
Mahdani menduga terdapat kemungkinan sejumlah komponen belanja lain masih tergabung dalam rekening yang sama sehingga perlu dipilah terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan-jangan ada yang tergabung ke situ. Biasa salah baca rekening. Misalnya aset, bensin, mobil, pajak juga ada yang masuk dalam satu rekening. Makanya itu lagi dipisah-pisah dulu,” katanya.
Total Banten masih menelusuri sebaran 184 paket tenaga ahli tersebut, termasuk OPD penerima anggaran terbesar, nilai masing-masing paket, serta output yang dihasilkan dari penggunaan dana puluhan miliar rupiah tersebut.
Editor : Imam Maulana








