Seminar dikemas secara interaktif agar mudah dipahami anak-anak. Mahasiswa menyampaikan materi mengenai bentuk-bentuk bullying, baik verbal, fisik, maupun sosial, beserta dampaknya terhadap kesehatan mental dan perkembangan anak.
Selain penyampaian materi, peserta diajak mengikuti permainan edukatif “Rantai Sahabat” untuk melatih kerja sama, komunikasi, dan rasa saling memiliki. Siswa juga mengikuti sesi diskusi mengenai langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh peserta mengikuti deklarasi Sekolah Ramah Anak dengan membubuhkan tanda tangan dan cap jempol berwarna pada selembar kain putih sebagai simbol penolakan terhadap segala bentuk bullying di lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








