PPPK Paruh Waktu Keluhkan Honor Minim, Desak Pemkab Pandeglang Segera Angkat Jadi Penuh Waktu

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:49

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja (PPPK) Paruh waktu, Dok: (Gun/Totalbanten.com)

TOTALBANTEN.COM, PANDEGLANG – Ketidakjelasan nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Pandeglang kembali mencuat.

Para pegawai mendesak pemerintah  segera membuka skema pengangkatan menjadi PPPK Penuh Waktu serta menghapus ketimpangan honor yang mereka nilai tidak sebanding dengan beban kerja.

Salah satu peawai P3K Paruh Waktu, Asep Rafi, mengatakan, pemerintah daerah belum memberikan kepastian mengenai waktu pembukaan formasi maupun mekanisme pengangkatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya masa dari dulu masih pembahasan, terus dibahasnya oleh siapa saja?” kata perwakilan PPPK Paruh Waktu, Asep Rifal, usai audiensi.

Lebih lanjut, Asep meminta pemerintah menyesuaikan besaran penghasilan apabila proses pengangkatan belum dapat direalisasikan. Menurutnya, jam kerja PPPK Paruh Waktu tidak berbeda dengan PPPK Penuh Waktu, namun terdapat kesenjangan yang cukup besar pada sisi pendapatan.

“Ya kapan pengangkatan? Kami bekerja dengan waktu yang sama, sesuaikanlah gaji kami, ini mah Rp500 ribu pun dipotong BPJS,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan, Andri Priatana. Pihaknha menilai forum yang digelar belum menghasilkan kepastian maupun komitmen konkret dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Dari forum tadi, ada sedikit kekecewaan karena memang tidak ada kesimpulan. Kami kecewa karena tanggapan juga jawaban OPD terkait tidak secara signifikan menjelaskan kepada kami,” katanya.

Menurut Andri, pemerintah juga belum mampu memberikan kepastian mengenai jumlah PPPK Paruh Waktu yang akan diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu.

“Tidak ada ketegasan berapa jumlah dari paruh waktu ke penuh waktu,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pandeglang, Syamsudin Aliando, menyatakan pihaknya akan terus mengawal perjuangan PPPK Paruh Waktu.

Menurutnya, persoalan pengangkatan, kesejahteraan, hingga kepastian status kepegawaian harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Tadi kami melakukan audiensi bersama pegawai paruh waktu, membahas isu tentang pengangkatan, gaji, hingga kejelasan status kepegawaian mereka,” kata Syamsudin.

Ia memastikan Komisi I DPRD akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar tuntutan para PPPK Paruh Waktu memperoleh solusi yang jelas.

“Tentu ini harus kami kawal sehingga apa yang menjadi tuntutan mereka dapat terpenuhi,” ujarnya.

Syamsudin juga mengungkapkan, berdasarkan komunikasi yang telah dilakukan dengan dinas terkait, pemerintah daerah memberi sinyal bahwa PPPK Paruh Waktu tidak akan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Namun, kepastian mengenai pengangkatan menjadi PPPK Penuh Waktu masih menunggu kebijakan pemerintah pusat dan proses pembahasan lebih lanjut.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Berita Terbaru

Exit mobile version