Kadinkes Banten Viral Lagi, Pengamat Sarankan Konsultasi ke Psikiater

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, kembali menjadi sorotan setelah video percakapannya dengan wartawan viral di media sosial. Pengamat Adib Miftahul menyarankannya pergi ke psikiater. (Dok)

Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, kembali menjadi sorotan setelah video percakapannya dengan wartawan viral di media sosial. Pengamat Adib Miftahul menyarankannya pergi ke psikiater. (Dok)

“Publik punya hak untuk curiga, punya hak untuk bertanya, punya hak untuk kritis. Itu hal yang biasa dalam negara demokrasi. Karena itu pejabat publik harus siap memberikan penjelasan,” ujarnya.

Adib juga menilai respons yang terkesan emosional berpotensi membentuk citra negatif, baik terhadap individu maupun organisasi yang dipimpinnya.

“Jangan sampai komunikasi publik yang kurang baik menimbulkan kesan arogan. Itu akan menjadi branding yang tidak baik, baik bagi pribadi maupun institusi,” katanya.

Lebih jauh, Adib mengaitkan peristiwa tersebut dengan tingginya tekanan kerja yang dihadapi pejabat publik. Ia bahkan menyarankan agar pejabat yang mengalami tekanan berat tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas pengambilan keputusan.

“Saya sarankan Ibu Kepala Dinas ini mungkin perlu berkonsultasi dengan psikiater atau profesional kesehatan mental. Bisa jadi ada tekanan pekerjaan yang sangat besar, banyak persoalan yang harus diselesaikan, termasuk berbagai temuan audit yang menjadi perhatian publik. Jangan sampai tekanan itu memengaruhi kemampuan mengendalikan emosi maupun kualitas pengambilan kebijakan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sebanyak 1.165 Kendaraan Dinas di Pandeglang Belum Bayar Pajak

Menurut Adib, menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik karena kondisi psikologis seorang pejabat dapat memengaruhi cara berkomunikasi dan mengeksekusi kebijakan publik.

“Kalau tekanan kerja tidak dikelola dengan baik, dikhawatirkan akan berdampak pada proses perumusan maupun pelaksanaan kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat luas,” pungkas Adib.

BACA JUGA :  Paparan Radioaktif di Kawasan Industri Cikande Ditetapkan Sebagai Kejadian Khusus

 

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirut PT Raja Goedang Mas Jadi Tersangka Dugaan Pencemaran Lingkungan
Pemprov Banten Klaim Kepemilikan Aset Situ Rompong Seluas 2,8 Hektare, Gugatan PT Sahid Putera Lari ke Warga
Pemprov Banten Digugat PT Sahid Putera, Kondisi Situ Rompong Dilaporkan Menyusut
Irbansus Banten Ingatkan Korupsi Berawal dari Kebiasaan Kecil, Guru Diminta Jadi Teladan Integritas di Sekolah
Aksi Maling Berkedok Ojol Grab Gegerkan Masjid di BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Tertidur Usai Bersih-bersih
Riwayat Pencemaran Sungai Ciujung: PT Cipta Paperia Berulang Kali Terseret Kasus Limbah
DLHK Banten Temukan Pembuangan Limbah ke Sungai Ciujung, PT Cipta Paperia Disorot
LPTQ Tangsel Kantongi Hibah Rp22 Miliar, Mengapa Prestasi MTQ Tak Kunjung Naik?

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:34

Dirut PT Raja Goedang Mas Jadi Tersangka Dugaan Pencemaran Lingkungan

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:57

Pemprov Banten Klaim Kepemilikan Aset Situ Rompong Seluas 2,8 Hektare, Gugatan PT Sahid Putera Lari ke Warga

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:25

Pemprov Banten Digugat PT Sahid Putera, Kondisi Situ Rompong Dilaporkan Menyusut

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:37

Irbansus Banten Ingatkan Korupsi Berawal dari Kebiasaan Kecil, Guru Diminta Jadi Teladan Integritas di Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:03

Aksi Maling Berkedok Ojol Grab Gegerkan Masjid di BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Tertidur Usai Bersih-bersih

Berita Terbaru