Menurut Deden, terdapat sejumlah program pemerintah yang secara umum juga ditujukan untuk membantu masyarakat, termasuk program sekolah gratis.
“Bansos kita lebih luas. Sekolah gratis juga masuk kategori bantuan,” kata Deden kepada Total Banten, Senin (29/6/2026).
Ia juga menepis anggapan bahwa seluruh anggaran makan dan minum hanya diperuntukkan bagi kebutuhan birokrasi dan tidak berdampak pada pengentasan 772.780 warga yang masih miskin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kata siapa tidak berdampak? Makan minum itu di antaranya untuk pasien rumah sakit, anak sekolah, atlet di PPLP dan lainnya,” ujarnya.
Deden menambahkan, anggaran makan dan minum yang tercantum dalam APBD 2026 juga telah mengalami efisiensi. Sedikitnya 30 persen dari alokasi awal telah dipangkas dan dialihkan untuk program prioritas pemerintah daerah.
“Sudah diefisiensi semua. Minimal 30 persen dan dialihkan ke program prioritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan hasil efisiensi tersebut digunakan untuk mendukung program penanggulangan kemiskinan, pendidikan dan pembangunan infrastruktur.
Jika mengacu pada total anggaran makan dan minum sebesar Rp110,44 miliar, maka efisiensi 30 persen setara dengan sekitar Rp33,13 miliar. Dengan demikian, sisa anggaran makan dan minum berada di kisaran Rp77,31 miliar.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya