BPJS PBI Masih Jadi Andalan Warga Banten, DPRD Soroti Kemiskinan, Validasi Data, dan Akses Layanan Kesehatan

Senin, 22 Juni 2026 - 09:05

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Dr. Yeremia Mendrofa menyoroti BPJS PBI. (Dok)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Tingginya ketergantungan masyarakat Banten terhadap program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinilai menunjukkan dua sisi realitas yang harus menjadi perhatian pemerintah.

Di satu sisi, program jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu masih sangat dibutuhkan. Namun di sisi lain, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat di sejumlah wilayah masih perlu ditingkatkan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten menunjukkan rata-rata 73,85 persen penduduk di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI, yakni kelompok yang iurannya ditanggung pemerintah.

Angka ini menegaskan bahwa BPJS PBI masih menjadi instrumen utama perlindungan kesehatan masyarakat.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Yeremia Mendrofa, menilai tingginya jumlah peserta PBI harus dibaca tidak hanya sebagai keberhasilan perluasan cakupan jaminan kesehatan, tetapi juga sebagai cerminan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Fakta bahwa mayoritas warga Banten masih mengandalkan BPJS PBI untuk memperoleh layanan kesehatan menunjukkan program jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu masih sangat dibutuhkan. Namun kondisi ini juga menjadi alarm bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat di sejumlah wilayah Banten masih perlu ditingkatkan melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, dan program pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran,” ujar Yeremia kepada Total Banten, Senin (22/6/2026).

Menurut dia, tingginya ketergantungan terhadap bantuan iuran pemerintah menunjukkan bahwa akses kesehatan dan kesejahteraan masyarakat masih memiliki keterkaitan yang kuat. Karena itu, kebijakan kesehatan perlu berjalan beriringan dengan program peningkatan ekonomi masyarakat.

Yeremia juga menyoroti adanya ketimpangan tingkat kepesertaan BPJS PBI di berbagai daerah di Banten. Perbedaan kondisi ekonomi dan tingkat kemiskinan dinilai menjadi faktor yang memengaruhi kebutuhan masyarakat terhadap program bantuan kesehatan.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang
DPRD Banten Kawal Pemutakhiran Data Kesejahteraan Agar Bansos Tepat Sasaran
Komisi V DPRD Banten Fasilitasi Mediasi Sengketa Lahan SMAN 1 Kabupaten Tangerang
Pedagang Pasar Pandeglang Mengaku Dipungut 6 Kali Sehari, DPRD Soroti Pengelolaan Parkir Jalan Yumaga
Rencana Kerja DPRD Banten Tahun 2027 Rampung Dibahas, Apa Saja?
Wakil Ketua DPRD Banten Barhum Buka Jalan Tindak Lanjut Aspirasi Pendamping Koperasi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:02

Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:12

DPRD Banten Kawal Pemutakhiran Data Kesejahteraan Agar Bansos Tepat Sasaran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33

Komisi V DPRD Banten Fasilitasi Mediasi Sengketa Lahan SMAN 1 Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

Exit mobile version