Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:47

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Perekonomian Banten masih bergantung pada industri, meski daerah ini memiliki sawah dan perkebunan yang luas. (Dok/Total Banten)

“Gabah dijual sebagai gabah, ikan dijual sebagai ikan segar. Padahal nilai tambah terbesar justru muncul ketika produk tersebut diolah lebih lanjut,” katanya.

Ia mencontohkan hasil perikanan yang dapat dikembangkan menjadi produk fillet, ikan kaleng, makanan beku, hingga industri pengolahan rumput laut. Begitu pula hasil pertanian yang dapat diolah menjadi beras premium, produk pangan olahan, maupun bahan baku industri lainnya.

Selain hilirisasi, sektor primer juga masih menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan modal, rendahnya produktivitas, minimnya fasilitas penyimpanan hasil panen dan tangkapan, serta panjangnya rantai distribusi.

Akibatnya, selisih harga yang diterima petani dan nelayan dengan harga yang dibayar konsumen sering kali sangat besar.

Tol Serang–Panimbang dan Harapan Pemerataan

Dalam jangka panjang, Hady melihat pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi kesenjangan pembangunan di Banten.

Infrastruktur tersebut diharapkan mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan dari wilayah selatan menuju pusat-pusat ekonomi dan pasar yang lebih luas.

Namun, pembangunan infrastruktur saja tidak cukup apabila tidak diikuti pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.

Menurut dia, wilayah selatan Banten sebaiknya difokuskan sebagai pusat agroindustri dan industri pengolahan hasil perikanan, bukan sekadar menjadi pemasok bahan baku.

“Strategi pembangunan Banten ke depan bukan mengurangi peran industri, tetapi memperluas basis industrialisasi yang berbasis pertanian dan perikanan. Dengan begitu, nilai tambah bisa tercipta di daerah asal dan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Data Triwulan I 2026 menunjukkan ekonomi Banten masih berada pada jalur pertumbuhan yang positif. Namun, angka pertumbuhan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah terbesar pemerintah daerah bukan sekadar menjaga laju ekonomi tetap tumbuh, melainkan memastikan pertumbuhan itu mampu menjangkau seluruh wilayah dan lapisan masyarakat secara lebih merata.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang
Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat
Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru
Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi
10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?
Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar
Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang
Tulang Punggung Ekonomi Banten Ditopang Industri, Sektor Primer Tertinggal di Tengah Potensi Besar

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:41

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang

Selasa, 1 September 2026 - 15:34

Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00

Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:39

Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:40

10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?

Berita Terbaru

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page

Exit mobile version