TOTALBANTEN.COM, SERANG — Perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus masih menjadi faktor dominan penyebab perceraian di Provinsi Banten. Data perkara perceraian menunjukkan sebagian besar pasangan yang berpisah mengakhiri rumah tangganya setelah mengalami konflik berkepanjangan yang tidak terselesaikan.
Berdasarkan data akumulasi kabupaten dan kota di Banten tahun 2025, tercatat 15.400 perkara perceraian dengan berbagai faktor penyebab. Dari jumlah tersebut, 12.134 kasus atau sekitar 78,8 persen dipicu oleh perselisihan dan pertengkaran terus-menerus.
Sementara itu, faktor ekonomi menjadi penyebab terbesar kedua dengan 2.115 kasus atau sekitar 13,7 persen dari total perkara perceraian yang tercatat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan rumah tangga tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi finansial, tetapi juga oleh kualitas komunikasi dan kemampuan pasangan dalam menyelesaikan konflik.
Kabupaten Tangerang menjadi daerah dengan jumlah perkara perceraian tertinggi di Banten, yakni 4.015 kasus. Dari jumlah tersebut, 3.128 kasus disebabkan oleh perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, sedangkan 543 kasus dipicu oleh faktor ekonomi.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : BPS Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya