Tulang Punggung Ekonomi Banten Ditopang Industri, Sektor Primer Tertinggal di Tengah Potensi Besar

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:51

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Perekonomian Banten masih bergantung pada industri, meski daerah ini memiliki sawah dan perkebunan yang luas. (Dok/Total Banten)

Namun, nilai tambah yang dihasilkan sektor-sektor tersebut belum mampu mengimbangi dominasi kawasan industri yang terkonsentrasi di Tangerang Raya, Cilegon, dan Kabupaten Serang.

Dominasi Industri dan Struktur Ekonomi yang Terkonsentrasi

Dominasi sektor industri pengolahan tidak terlepas dari berkembangnya kawasan-kawasan industri strategis di Banten bagian utara dan tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas manufaktur di kawasan tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menghasilkan nilai tambah ekonomi dalam skala besar dibandingkan sektor primer.

Di bawah industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, menjadi penyumbang terbesar kedua dengan nilai Rp18,81 triliun. Sektor ini juga mencatat pertumbuhan dari Rp17,84 triliun pada Triwulan I 2025.

Sektor konstruksi menyusul dengan nilai Rp14,73 triliun, meningkat dari Rp14,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan masih berlanjutnya aktivitas pembangunan infrastruktur dan properti di berbagai wilayah Banten.

Sementara itu, sektor real estate turut mencatat pertumbuhan menjadi Rp12,61 triliun dari sebelumnya Rp12,18 triliun. Aktivitas ini mengindikasikan masih adanya pergerakan pada pasar perumahan dan properti, terutama di wilayah penyangga Jakarta.

Pada kelompok jasa, sektor informasi dan komunikasi menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Nilainya mencapai Rp10,21 triliun, naik dari Rp9,71 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan perluasan layanan digital, penggunaan internet, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis informasi.

Sektor transportasi dan pergudangan juga mengalami peningkatan dari Rp8,48 triliun menjadi Rp9,65 triliun. Kenaikan ini erat kaitannya dengan meningkatnya mobilitas barang dan manusia yang menopang aktivitas perdagangan serta industri.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang
Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat
Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru
Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi
10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?
Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar
Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang
Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:41

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang

Selasa, 1 September 2026 - 15:34

Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00

Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:39

Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:40

10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?

Berita Terbaru

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page

Exit mobile version