Kondisi tersebut membuat sebagian makanan berpotensi mubazir. Untuk menghindari penumpukan limbah makanan sebelum wadah ompreng dikembalikan, pihak sekolah kemudian menyalurkan sisa makanan kepada warga yang memiliki ternak, seperti ayam dan bebek.
“Iya mubazir. Daripada terbuang, kami kasih ke warga yang punya ternak ayam dan bebek. Ompreng juga harus kembali dalam keadaan bersih,” ujar Armadi.
Di sisi lain, pihak sekolah juga mengeluhkan menu yang dinilai kurang bervariasi sehingga memicu kejenuhan sebagian siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Siswa mulai bosan dengan menu yang itu-itu saja,” tambahnya.
Editor : Andre S Negara
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya