TOTALBANTEN.COM, SERANG – Ketika matahari mulai meninggi di ufuk Laut Jawa, perahu-perahu nelayan satu per satu meninggalkan bibir Pantai Pulau Tunda. Mesin tempel meraung memecah kesunyian pagi.
Sebagian nelayan berlayar mencari ikan, sebagian lainnya memperbaiki jaring yang semalam rusak diterpa ombak.
Di pulau kecil yang berjarak puluhan kilometer dari daratan Kabupaten Serang itu, hidup berjalan dengan ritme yang berbeda. Laut menjadi jalan utama, sumber penghidupan sekaligus tantangan yang harus dihadapi setiap hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun di balik keindahan laut yang mengelilinginya, masih tersimpan persoalan mendasar yang selama ini dirasakan sebagian warga: rumah yang belum layak untuk dihuni.
Di beberapa sudut Pulau Tunda, masih berdiri rumah-rumah sederhana yang harus bertahan menghadapi terpaan angin laut dan cuaca ekstrem sepanjang tahun.
Dinding papan yang mulai rapuh, atap yang bocor saat musim hujan, hingga lantai yang mengalami kerusakan menjadi pemandangan yang masih dijumpai.
Bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada hasil tangkapan laut, memperbaiki rumah sering kali bukan menjadi prioritas utama. Penghasilan nelayan yang bergantung pada musim membuat kebutuhan sehari-hari lebih dulu harus dipenuhi.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







