Selain banjir, pengelolaan sampah menjadi fokus utama dalam kemitraan ini. Wilayah Tangerang Raya berkomitmen untuk mempercepat transisi pengelolaan sampah dari sistem kumpul-angkut-buang menjadi pemanfaatan teknologi berbasis energi terbarukan, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.
Sampah-sampah di wilayah perkotaan ini nantinya akan diolah mandiri menjadi energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Sementara itu, untuk reduksi sampah dari hulu, sampah organik akan diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti pupuk dan pakan dengan melibatkan komunitas masyarakat setempat.
Persoalan ruang dan pemanfaatan aset juga menjadi materi krusial dalam pertemuan tersebut. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menjelaskan, salah satu langkah konkret dalam waktu dekat adalah optimalisasi aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta yang terletak di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari total luasan lahan yang ada, saat ini baru sekitar 1,4 hektar yang telah digunakan untuk pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Pemerintah daerah sepakat untuk mengintegrasikan sisa lahan yang belum terpakai demi kepentingan publik yang lebih luas.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








