Saya sadar betul, kalimat itu bukan sembarang slogan. Menjaga akal sehat publik berarti memilih jalan yang lebih berat. Artinya media tidak boleh tunduk pada kepentingan sesaat, tidak boleh mudah hanyut dalam sensasi, dan tidak boleh kehilangan keberanian untuk berpijak pada data, fakta, etika, dan hukum.
Saya bukan seorang ahli. Saya masih belajar memahami banyak hal tentang dunia media dan jurnalistik. Saya memulai semua ini dengan keterbatasan pengalaman, keterbatasan sumber daya manusia, bahkan keterbatasan finansial.
Saya tahu membangun jurnalisme berbasis data membutuhkan biaya besar, tenaga yang kompeten, proses verifikasi yang panjang, dan kesabaran yang tidak sedikit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada banyak malam ketika saya merasa lelah. Ada masa ketika saya mempertanyakan apakah perjuangan ini layak diteruskan. Sebab membangun media bukan hanya soal menulis berita.
Ini tentang bertahan hidup di tengah tekanan yang datang dari berbagai arah: biaya operasional, persaingan industri, tekanan pekerjaan, hingga tuntutan untuk tetap menjaga kualitas di tengah keterbatasan.
Tetapi setiap kali saya hampir menyerah, saya selalu teringat satu kalimat dari istri saya di rumah: “Apa yang dimulai, harus diselesaikan. Ingat satu hal, lelaki hidup oleh harga diri.”
Kalimat itu sederhana, tetapi menghantam kesadaran saya dengan keras. Bahwa hidup bukan hanya tentang berhasil atau gagal, melainkan tentang keberanian menyelesaikan apa yang telah diperjuangkan.
Tentang tanggung jawab untuk tidak lari dari keadaan. Tentang harga diri yang dijaga melalui keteguhan untuk tetap berdiri meski keadaan sering kali melemahkan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








