Dishub Tangsel Tinjau Penyempitan Jalan di Depan SPBU BP-AKR Rawabuntu, Warga Khawatir Rawan Kecelakaan

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perhubungan Tangerang Selatan saat meninjau penyempitan jalan di SPBU Rawa Buntu. (Dok)

Dinas Perhubungan Tangerang Selatan saat meninjau penyempitan jalan di SPBU Rawa Buntu. (Dok)

TOTALBANTEN.COM, TANGERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan meninjau langsung titik penyempitan jalan atau bottleneck di depan SPBU BP-AKR Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kamis (7/5/2026).

Penyempitan Jalan Rawabuntu itu sebelumnya ramai dikeluhkan warga karena dianggap membahayakan pengendara dan memicu kemacetan lalu lintas.

Peninjauan dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait kondisi Jalan Rawabuntu yang mendadak menyempit tepat di depan area SPBU BP-AKR Rawabuntu. Warga menilai kondisi tersebut rawan kecelakaan, terutama pada jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Tangsel Martha Lena mengatakan, bottleneck di Jalan Rawabuntu berdampak langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

“Adanya penyempitan jalan ini tetap berpengaruh kepada laju arus lalu lintas. Kapasitas jalan tidak seimbang sehingga ada perlambatan laju kendaraan. Sementara dari sisi keselamatan, penyempitan jalan bahaya buat pengendara dan masyarakat sekitar,” kata Martha usai meninjau lokasi.

Dari hasil pengecekan lapangan, Dishub Tangsel menemukan area SPBU BP-AKR berada di sempadan Jalan Rawabuntu. Jarak antara area SPBU dengan trotoar eksisting disebut hanya sekitar enam meter.

“Jarak sempadan yang jadi area SPBU sampai ke trotoar eksisting enam meter,” ujarnya.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir
Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19

“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.

Berita Terbaru