“Tidak hanya sekali atau dua kali pada Desember dan Februari kemarin. Korban yang masih duduk di bangku sekolah itu dipaksa pelaku untuk menuruti setiap permintaannya. Video itu buat anceman pelaku biar si korban gak berani melawan atau melapor kepada orang tuanya,” jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku juga sering meminta uang kepada korbannya. Bahkan, AL juga disebut mengincar perhiasan emas milik ibu korban yang disimpan di dalam lemari rumah korban.
Ia mengatakan, barang berharga itu raib digasak pelaku dan menelan kerugian bagi korban berkisar Rp5.554.000 ribu rupiah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tersangka memanfaatkan video korban untuk meminta uang dan emas perhiasan. Totalnya mencapai lebih dari lima juta rupiah. Ini sudah berlangsung beberapa kali setelah tindak pemerkosaan dilakukan,” terangnya.
Andi menyebut orang tua korban yang merasa curiga, akhirnya menyadari bahwa uang dan perhiasannya uang tersimpan selalu berkurang, menjadi pemantik awal hingga akhirnya keluarga menemukan percakapan WhatsApp di ponsel milik korban.
Dengan begitu, melalui percakapan di ponsel korban yang terungkap, keluarga akhirnya mendapati bahwa pelaku seringkali mengancam korban apabila tak menyerahkan uang dan perhiasan seperti yang diminta pelaku.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : Totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya