“Dari 326 itu, delapan sudah selesai 100 persen. Sebanyak 59 masih dalam proses pembangunan, dan 159 belum memiliki lahan. Lahan yang digunakan ada yang milik negara, milik desa, dan milik pemerintah daerah,” kata Rifki, Senin (23/2/2026).
Dengan kondisi tersebut, hampir separuh dari rencana pembangunan koperasi desa di Kabupaten Serang masih tertahan oleh persoalan ketersediaan lahan.
Delapan koperasi yang telah selesai dibangun tersebar di sejumlah desa, antara lain Desa Margagiri di Kecamatan Bojonegara, Desa Kamasan dan Desa Suralaya di Kecamatan Cinangka, Desa Labuan di Kecamatan Mancak, Desa Cikoneng di Kecamatan Anyar, Desa Ranjeng di Kecamatan Ciruas, Desa Kemuning di Kecamatan Tunjung Teja, serta Desa Nanggung di Kecamatan Kopo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, 59 koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan dengan tingkat kemajuan yang berbeda.
“Yang 59 itu progresnya variatif. Ada yang baru sekitar 35 persen, masih tahap pondasi. Ada juga yang sudah 65 persen, bahkan ada yang mendekati 90 persen,” ujar Rifki.
Ia berharap pembangunan yang sedang berlangsung dapat segera selesai sehingga koperasi desa dapat mulai beroperasi dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Editor : Imam Maulana
Sumber Berita : Totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








