Budi menegaskan, upaya kolaborasi ini bukan yang pertama kali dilakukan. Menurut dia, para jurnalis juga telah mengetahui bahwa Pemkot Serang kerap menggandeng berbagai pihak dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Ini bagian dari ikhtiar kami untuk berbagi kebaikan bersama stakeholder yang peduli,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan terkait pengawasan wilayah, mengingat lokasi kejadian berada dekat dengan Kantor Kecamatan, Ia menjelaskan bahwa laporan pertama diterima langsung dari pengurus lingkungan setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mendapatkan laporan langsung dari Pak RW. Saya memang membuka pengaduan warga secara langsung. Tidak harus lewat kelurahan, Siapa pun warga yang punya aduan, termasuk kejadian seperti tersambar petir, bisa langsung menghubungi saya. Semua laporan yang masuk ke handphone saya, saya respon cepat,” ucapnya.
Ketika ditanya mengenai rencana ke depan dalam menggandeng pihak lain untuk membantu penanganan musibah serupa, Budi menyatakan Pemkot Serang akan terus memperluas kolaborasi.
“Sementara ini kita dengan BWA. Ke depan kita juga punya UPZ. Pokoknya semua yang bisa berbuat kebaikan, termasuk Baznas Kota Serang, akan kita libatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia menambahkan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKIM) juga telah menyiapkan bantuan perbaikan rumah dengan anggaran APBD. Tahun ini, anggaran bantuan rumah mencapai lebih dari Rp100 juta, dengan rincian antara lain Rp75 juta dari PT Kawah, Rp2 juta dari PLN, serta Rp100 juta dari Uda Suci. Selain itu, terdapat pula dukungan dari PTT sekitar Rp87 juta hingga lebih dari Rp100 juta.
Editor : Engkos kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






