Siulan ‘Teeeet’ Penanda Kedatangan Udin; Perantau di Serang yang Bertaruh di Atas Sepeda Reot!

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Udin Saputra (58) Penjual Putu asal Cirebon. (dok. Total Banten)

Udin Saputra (58) Penjual Putu asal Cirebon. (dok. Total Banten)

Udin Saputra (58) saat melayani pembeli kue putu. (Total Banten)

Setiap hari, ia mengeluarkan modal Rp200.000 untuk mengolah 3 kilogram tepung beras. Saat jam menunjukkan pukul 8 malam dan dagangannya habis, ia membawa pulang Rp300.000.

“Dapat untung seratus ribu sehari itu sudah lebih dari cukup. Saya di sini (Cipocok) cuma tinggal berdua sama teman. Hidup tidak perlu muluk-muluk, yang penting berkah,” ucapnya.

Udin tampak mahir dalam memasukan adonan kue putu ke dalam bambu kecil, sesekali ia menyeka keringat dengan handuk lusuh yang setia melingkar di lehernya.

Baginya, kebahagiaan bukan tentang seberapa besar tumpukan uang, melainkan tentang rasa cukup yang lahir dari kerja keras sendiri.

Di balik ketangguhannya, Udin adalah seorang ayah yang berhasil. Ketiga anaknya dua perempuan dan satu laki-laki kini telah dewasa dan semuanya sudah bekerja.

Beban hidupnya kini tak seberat dulu saat anak-anaknya masih sekolah. Hanya si bungsu yang saat ini masih melajang, sementara yang lain telah menempuh jalannya masing-masing.

Namun, ada harga yang harus dibayar dari setiap kepulan uap putunya, jarak. Istri tercintanya berada di Cirebon, sementara ia harus berjuang di Serang. Hanya dua bulan sekali ia bisa memacu kerinduan untuk pulang ke kampung halaman.

BACA JUGA :  Retribusi Sampah Rp1,2 Miliar di Kabupaten Serang Berpotensi 'Haram' dan Pungli, DPRD Bereaksi!

“Ini mah dekat di Serang, bisa pulang dua bulan sekali. Dulu waktu merantau di Riau saya pulang satu tahun sekali,” katanya.

Mulai pukul 3 sore, Udin mulai mengayuh. Ia tidak mencari kekayaan instan, ia mencari keberlanjutan. Di usia yang tak lagi muda, semangatnya justru melampaui kondisi fisiknya.

“Paling cepat jam 6 sore juga udah pulang,” pungkasnya.

BACA JUGA :  SDN Palamakan 1 Bak Bangkai Kapal Karam, DPRD Minta Pemkab Serang Tak Abai

Kisah Udin adalah pengingat bagi kita semua yang sering lupa bersyukur. Bahwa di atas sepeda tua yang hampir ringkih itu, ada harga diri seorang kepala keluarga yang tetap tegak berdiri.

Ia tidak meminta-minta; ia menjual kenikmatan dalam balutan uap bambu, satu butir kue putu demi satu butir harapan untuk masa tua yang tenang bersama istrinya nanti di Cirebon.

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi
Dinsos Banten Dorong KPM Berdaya dan Mandiri Lewat Program Pembinaan Lanjut
Syarifudin Salwani Kunjungi Pengungsi TPA Jatiwaringin, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Sampah Menumpuk di Stadion Badak Pandeglang, Laskar Biru Turun Tangan, Warga Soroti DLH
Festival Anyer–Panarukan, Kabupaten Serang Hidupkan Kembali Jejak Sejarah yang Menyatukan Pulau Jawa
Andra Soni Sesumbar di Exciting Banten Festival 2026: Anyer Harus Kembali Jadi Top of Mind Wisatawan
Menyusuri Jejak Leluhur di Laut Carita, Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti Ruwat Laut
Di Pantai Anyer, Festival Ini Tak Sekadar Hiburan: Warga Bisa Berobat, Urus KTP hingga Dapat Beasiswa
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:07

MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:09

Dinsos Banten Dorong KPM Berdaya dan Mandiri Lewat Program Pembinaan Lanjut

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:36

Syarifudin Salwani Kunjungi Pengungsi TPA Jatiwaringin, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:35

Sampah Menumpuk di Stadion Badak Pandeglang, Laskar Biru Turun Tangan, Warga Soroti DLH

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:42

Festival Anyer–Panarukan, Kabupaten Serang Hidupkan Kembali Jejak Sejarah yang Menyatukan Pulau Jawa

Berita Terbaru