“Ke depan, tentu melalui OPD terkait saya juga minta itu harus betul-betul dikawal supaya UMKM ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah-wilayah desa, dan bisa diangkat juga menjadi UMKM yang naik kelas,” tuturnya.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkab Serang menjalankan empat program pembinaan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang.
Sementara Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, mengatakan keempat program tersebut telah direalisasikan melalui APBD Murni 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program sudah terealisasikan di anggaran murni 2026, antara lain kurasi produk UMKM, kajian pusat oleh-oleh, pelatihan wirausaha pemula, dan fasilitasi legalitas usaha,” kata Adang.
Menurut Adang, keberhasilan pembinaan UMKM tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari dampak yang dirasakan pelaku usaha. Indikatornya meliputi peningkatan omzet, kepemilikan legalitas usaha, serta perbaikan kualitas produk dan kemasan.
Perluasan akses pasar juga menjadi salah satu fokus pembinaan. Adang menyebutkan, sebanyak 23 UMKM Kabupaten Serang telah memasuki pasar ritel modern, seperti Alfamart dan Indomaret, dengan produk yang masing-masing tersebar di sekitar 60 gerai.
“Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pemasaran produk lokal agar tidak hanya bergantung pada pasar tradisional atau penjualan langsung,” ujarnya.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya