Bedolan Pamarayan merupakan tradisi masyarakat yang berkaitan dengan aktivitas bendungan dan kehidupan pertanian di sekitar aliran Sungai Ciujung. Dalam pelaksanaannya, kegiatan menangkap ikan menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian warga.
Tradisi ini kembali digelar pada 2017 setelah sebelumnya sempat terhenti. Kegiatan kemudian berlanjut pada 2018 dan 2019. Namun, setelah pelaksanaan 2019, Bedolan Pamarayan tidak kembali digelar hingga 2026.
Rencana pelaksanaan pada 10 Oktober 2026 sebelumnya batal dilaksanakan sesuai jadwal awal. Keputusan tersebut memicu protes dari warga yang telah berkumpul untuk mengikuti kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BBWS C3 mempertimbangkan ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi serta aspek keselamatan di sekitar bendungan. Setelah melalui komunikasi dan penyesuaian, kegiatan dijadwalkan ulang dan akhirnya berlangsung pada 17 Oktober 2026.
Pada pelaksanaan tahun ini, bendungan tidak dikuras secara menyeluruh. Meski demikian, kegiatan tetap terlaksana dengan penyesuaian teknis.
Kembalinya Bedolan Pamarayan menandai berlanjutnya kembali tradisi tersebut setelah tujuh tahun tidak terlaksana. Selain menjadi kegiatan budaya masyarakat, festival ini juga menghadirkan ruang berjualan bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Harapan agar kegiatan tersebut turut menggerakkan perekonomian desa disampaikan langsung oleh Bupati Serang. Adapun besaran dampak ekonomi terhadap pedagang belum dapat disimpulkan tanpa data transaksi atau pendapatan selama festival berlangsung.
Editor : Engkos Kosasih