Dari rincian tersebut, jumlah aset tercatat sebanyak 1.201.572. Rinciannya, KIB A berupa tanah sebanyak 1.883 bidang, KIB B peralatan dan mesin sebanyak 253.507 barang, KIB C gedung dan bangunan sebanyak 5.929, KIB D jalan, irigasi dan jaringan sebanyak 9.044, KIB E aset tetap lainnya sebanyak 931.207, dan KIB F konstruksi dalam pengerjaan sebanyak dua aset.
Dari enam kelompok tersebut, jumlah terbesar terdapat pada KIB E.
Namun, angka tersebut belum sepenuhnya sama dengan hasil kumulasi data yang diberikan kepada TotalBanten. Jika rincian masing-masing KIB dijumlahkan, totalnya mencapai 1.201.686, atau terdapat selisih 114 aset dari angka 1.201.572 yang disebut BPKAD sebagai total aset tetap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perbedaan juga ditemukan pada KIB A. Hariyanto mengakui terdapat ketidaktepatan dalam penarikan data tanah.
“Ini yang KIB A yang benar ada selisih 15. Itu karena pemecahan bidangnya yang awalnya satu menjadi lebih dari satu. Ada penarikan data yang kurang pas,” kata Hariyanto.
Menurut dia, angka KIB A yang sebelumnya terbaca 1.883 seharusnya 1.999 setelah dilakukan koreksi terhadap data.
Persoalan lainnya berkaitan dengan angka Rp9,073 juta yang tercatat dalam aplikasi. Hariyanto menjelaskan, angka tersebut merupakan akumulasi data, termasuk aset yang telah dihapus.
“Jumlah yang akumulasi dari aset yang sudah dihapus jadi gabung disitu,” katanya.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya