Kondisi tersebut membuat persoalan di Kampung Curug Bonteng tidak hanya berkaitan dengan aktivitas penggalian material, tetapi juga menyangkut kesesuaian antara kegiatan di lapangan, perizinan dan rencana tata ruang.
Menurut Yandri, aktivitas yang dilakukan oleh PT Arka Putra Jaya murni pertambangan, karena material nya telah dijual ke sejumlah tempat.
“Semua mobil-mobil itu, ada yang dibawa ke PIK, ada yang dibawa ke Cikande, ada yang dibawa ke mana-mana itu. Pembayarannya juga saya tahu. Berarti memang kamu sudah kamu bisniskan ini untuk tambang, bukan untuk pemerataan rumah,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : Engkos Kosasih