Harnoko menjelaskan PT Kaishun Industries Indonesia bergerak di bidang peleburan besi. Terkait dampak lingkungan, ia mengatakan aktivitas perusahaan tetap memiliki dampak, namun menurutnya relatif kecil.
Sementara mengenai persoalan banjir, Harnoko menilai diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan melihat kondisi dan riwayat banjir di wilayah tersebut.
“Karena kalau kita runut dari histori itu, ini kan banjir siklus lima tahunan. Saat itu Cikande dan Bojonegara juga banjir, yang dibicarakan kejadian tahun 2025, momentumnya baru kali ini dibahas,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, PT Kaishun bersama masyarakat dan pihak terkait sepakat melakukan inspeksi lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi di sekitar kawasan serta menjadi dasar untuk menentukan perbaikan yang diperlukan.
Bagi Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Masyarakat membutuhkan kepastian penanganan, sementara perusahaan juga membutuhkan ruang untuk memberikan penjelasan dan melakukan langkah perbaikan apabila ditemukan persoalan yang perlu ditindaklanjuti.
Melalui dialog dan pengecekan langsung, persoalan lingkungan di Desa Sentul diharapkan dapat ditangani secara lebih terukur. Di sisi lain, komunikasi antara perusahaan dan masyarakat juga diharapkan semakin terbuka sehingga setiap persoalan yang muncul dapat segera dibahas sebelum berkembang menjadi konflik.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan peran DPRD tidak hanya dalam menerima aspirasi masyarakat, tetapi juga mempertemukan para pihak untuk mencari solusi yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama. (ADV)