Adapun delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Operasi SAR hari kedua melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan serta masyarakat.
Sejumlah sarana turut dikerahkan dalam pencarian, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi dan pendukung lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 14 knot. Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter.
Al Amrad memastikan Tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian terhadap delapan orang tersebut. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menentukan strategi pencarian berikutnya dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.
“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Hingga berakhirnya Operasi SAR H2, delapan orang masih dinyatakan dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan operasi sesuai hasil evaluasi dan perkembangan situasi di Perairan Selat Sunda.
Editor : Engkos Kosasih







