Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang

Rabu, 2 September 2026 - 13:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkop Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurrafiq Kunjungi PT Indah Kiat Tbk, Kabupaten Serang (Ipung/totalbanten).

Wamenkop Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurrafiq Kunjungi PT Indah Kiat Tbk, Kabupaten Serang (Ipung/totalbanten).

Hanif mengatakan sekitar 60 hingga 70 persen kertas bekas yang digunakan industri kertas masih berasal dari impor.

“Dari 14 juta ton itu baru 7 jutanya yang mampu dipenuhi melalui virgin pulp atau dari hutan tanaman industri. Sisanya, ini dari kertas bekas,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Heppy Moiras mengatakan perusahaan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang dalam program pengelolaan sampah.

Menurut Heppy, pemilahan menjadi syarat penting karena RDF yang diproduksi di fasilitas perusahaan membutuhkan bahan baku dengan karakteristik yang lebih homogen.

“Iya kita siap berkolaborasi dengan arahan dari Pak Kadis LH Kabupaten Serang. Prinsipnya sampah-sampah harus dipilah karena di kami RDF-nya ini jenisnya yang lebih homogen,” kata Heppy.

BACA JUGA :  Hidup di Gubuk Reyot 20 Tahun, Warga Serang Bertahan di Tengah Bocor, Banjir, dan Janji Bantuan

Perusahaan, kata dia, siap mendukung program pemilahan yang dilakukan pemerintah daerah. Jenis sampah yang dapat dimanfaatkan akan disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan di fasilitas tersebut.

Heppy juga menegaskan bahwa pengolahan sampah di PT Indah Kiat bukan kegiatan yang baru dimulai. Pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap dan kini telah memasuki tahap ketiga.

BACA JUGA :  2.854 Ruang Kelas di Kabupaten Serang Rusak, Terbentur Pemangkasan Anggaran

“Oh sudah berjalan, sudah beroperasi. Ini enggak ujug-ujug, jadi bertahap. Yang disaksikan beliau ini adalah yang tahap tiga yang investasinya lebih besar, kapasitasnya lebih besar,” ujarnya.

Untuk kapasitas pengolahan saat ini, Heppy menyebut berada di kisaran 6.000 ton. Namun, angka tersebut merupakan kapasitas fasilitas, sedangkan pengoperasian tetap disesuaikan dengan kondisi optimal.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dituntut 5 Tahun Penjara, Direktur PT PMT Minta Dibebaskan dalam Kasus Limbah Cikande
Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook
Bupati Serang Minta Lintas Sektor Kolaborasi Tekan Stunting dan Gizi Buruk
Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas
Diduga Rem Blong, Mobil Rombongan Manasik Haji Tabrak Motor dan Bus Murni di Pandeglang
Anak 15 Tahun Tenggelam di Kolam Retensi Pemprov Banten
Kapal Ferry Milik PT ASDP Terbakar di Selat Sunda, Penumpang Dievakuasi
Setahun Kasus Selly Mandek, Penyidik Polresta Tangerang Dipanggil Polda Banten
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:25

Dituntut 5 Tahun Penjara, Direktur PT PMT Minta Dibebaskan dalam Kasus Limbah Cikande

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:34

Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22

Bupati Serang Minta Lintas Sektor Kolaborasi Tekan Stunting dan Gizi Buruk

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Diduga Rem Blong, Mobil Rombongan Manasik Haji Tabrak Motor dan Bus Murni di Pandeglang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page