Festival yang berlangsung di kawasan pantai tersebut diawali dengan senam bersama yang diikuti ratusan warga. Pada kesempatan itu, Pemprov Banten juga meluncurkan layanan kecerdasan buatan (AI) untuk informasi pariwisata, menyerahkan hadiah lomba Banten Punya Bakat, serta memberikan Sertifikat Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual (KBKI) kepada Desa Wisata Cikolelet dan Kampung Wisata Cikadu.
Andra bersama para tamu kemudian meninjau area pameran yang menghadirkan 40 tenant produk ekonomi kreatif dan 22 tenant pelayanan publik serta mitra pariwisata. Berbagai produk UMKM, kuliner, kriya, hingga fesyen lokal ditampilkan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Menurut Andra, Banten memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan. Selain memiliki garis pantai yang panjang, provinsi ini juga memiliki karakteristik dua wilayah laut yang berbeda serta beragam potensi wisata alam lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita dianugerahi alam yang indah di ujung barat Pulau Jawa. Kita memiliki bibir pantai yang panjang dengan karakter laut yang berbeda. Masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk menikmati wisata pantai, wisata air, maupun olahraga air,” ujarnya.
Namun, keunggulan alam tersebut, lanjut Andra, harus diimbangi dengan standar pelayanan yang baik. Ia meminta seluruh pelaku wisata, mulai dari pengelola hotel, Balawista, pelaku usaha hingga masyarakat sekitar untuk membangun budaya hospitality yang kuat.
Menurut dia, pengalaman wisata yang positif akan menjadi promosi paling efektif untuk menarik wisatawan kembali berkunjung ke Anyer maupun destinasi lain di Banten.
“Hospitality harus menjadi budaya kita. Harus ada standar pelayanan, standar tempat, dan standar keamanan sehingga pengalaman wisatawan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya