SPEBA Dideklarasikan di Pandeglang, Dorong Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Deklarasi Speba di Pandeglang. (Dok)

Suasana Deklarasi Speba di Pandeglang. (Dok)

TOTALBANTEN.COM, PANDEGLANG – Sejumlah petani dan aktivis agraria di Kabupaten Pandeglang mendeklarasikan Serikat Petani Banten (SPEBA) sebagai wadah perjuangan petani untuk mendorong reforma agraria yang lebih substantif dan memperkuat kedaulatan pangan di Provinsi Banten.

Deklarasi SPEBA berlangsung di Posko Petani Kampung Montor, Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis, Sabtu (6/6/2026) malam. Organisasi ini lahir di tengah masih berlangsungnya berbagai persoalan agraria, mulai dari konflik lahan, ketimpangan penguasaan tanah, hingga terbatasnya akses petani terhadap sumber-sumber produksi.

BACA JUGA :  Diganti dari Kapolres Pandeglang, AKBP Dhyno Ngaku Sedih

Bagi para penggagasnya, reforma agraria tidak cukup dimaknai sebagai pembagian sertifikat tanah. Lebih dari itu, reforma agraria harus mampu menata ulang struktur penguasaan lahan agar manfaat sumber daya agraria dapat dirasakan secara lebih adil oleh masyarakat, terutama petani kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam deklarasi tersebut hadir aktivis reforma agraria Nandang Wirakusuma yang dikenal aktif mendampingi perjuangan petani sejak era pascareformasi. Ia menyebut kelahiran SPEBA sebagai kelanjutan dari semangat perjuangan organisasi petani yang telah lebih dahulu tumbuh di Banten.

BACA JUGA :  Terungkap di Persidangan, Suami di Tangerang Injak Kepala Istri hingga Tewas

“Reforma agraria sejati adalah membagi keadilan, bukan sekadar kertas sertifikat. Hari ini kita berdiri bersama untuk mengawal hak-hak rakyat. SPEBA ini adalah SPB Reborn. Namanya berubah, tetapi semangat perjuangannya tetap sama, yakni memperjuangkan reforma agraria yang berpihak kepada petani,” ujar Nandang.

Deklarasi organisasi turut dirangkai dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas berdirinya Posko Petani yang dibangun secara swadaya oleh anggota dan kader organisasi. Posko tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas sekaligus ruang konsolidasi petani di wilayah selatan Banten.

BACA JUGA :  Pemprov Banten "Ancam" Tunda Tukin ASN Menunggak Pajak

Editor : Andre Sumanegara

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alasan Bedolan Pamarayan Serang 7 Tahun Mati Suri hingga Dihidupkan Kembali di Era Bupati Zakiyah
Bedolan Pamarayan Kembali Bergelora di Era Bupati Zakiyah Setelah 7 Tahun Mati Suri, UMKM Ikut Bergerak!
Selat Sunda dan Duka yang Belum Berujung
Komunitas Info Bercanda Lawan Kepunahan Seni di Pandeglang
MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi
Dinsos Banten Dorong KPM Berdaya dan Mandiri Lewat Program Pembinaan Lanjut
Syarifudin Salwani Kunjungi Pengungsi TPA Jatiwaringin, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Sampah Menumpuk di Stadion Badak Pandeglang, Laskar Biru Turun Tangan, Warga Soroti DLH

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:49

Alasan Bedolan Pamarayan Serang 7 Tahun Mati Suri hingga Dihidupkan Kembali di Era Bupati Zakiyah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:56

Bedolan Pamarayan Kembali Bergelora di Era Bupati Zakiyah Setelah 7 Tahun Mati Suri, UMKM Ikut Bergerak!

Kamis, 17 September 2026 - 22:52

Selat Sunda dan Duka yang Belum Berujung

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:11

Komunitas Info Bercanda Lawan Kepunahan Seni di Pandeglang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:07

MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page