Dalam dokumen visi organisasi, SPEBA menargetkan terwujudnya keadilan sosial melalui penataan ulang struktur penguasaan lahan yang dinilai masih timpang. Adapun misinya meliputi perjuangan hak atas tanah bagi petani miskin dan masyarakat adat, advokasi penyelesaian konflik agraria, serta pembangunan pendidikan politik dan ekonomi alternatif berbasis kerakyatan.
Dukungan terhadap pembentukan SPEBA juga datang dari kalangan mahasiswa. Perwakilan mahasiswa yang menjadi presidium sidang pembentukan organisasi, Lutfi, menilai perjuangan agraria masih menjadi isu yang relevan karena menyangkut hak-hak dasar masyarakat pedesaan.
“Ini bukan hanya tentang tanah, tetapi tentang keadilan sosial. Kami merasa terhormat dapat terlibat dalam proses pembentukan organisasi ini dan akan terus mendukung perjuangan petani,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, petani perempuan asal Cigeulis, Wiwin, menilai kehadiran SPEBA memberi harapan baru bagi kelompok petani, khususnya perempuan yang selama ini ikut merasakan dampak berbagai persoalan agraria.
Menurut dia, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan keluarga petani sekaligus menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan akses terhadap lahan dan sumber penghidupan.
“Kami ingin perempuan petani tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dari perjuangan mewujudkan keadilan agraria,” ujarnya.
Editor : Andre Sumanegara
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







