Telur hasil produksi saat ini dipasarkan kepada masyarakat sekitar dan warung-warung yang membutuhkan. Harga jual disesuaikan dengan harga pasar, yakni sekitar Rp22 ribu per kilogram.
Meski demikian, BUMDes Cilayang mengaku masih menghadapi kendala dalam memperluas pasar. Salah satu upaya yang telah dilakukan ialah menjajaki kerja sama dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, negosiasi harga belum menemukan titik temu.
“Sebenarnya sudah ada komunikasi dengan beberapa pihak, termasuk dapur MBG. Tetapi harga yang ditawarkan masih di bawah harga pasar, sehingga belum bisa bekerja sama,” kata Nursalim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, kebutuhan telur di masyarakat sekitar sebenarnya masih cukup tinggi. Bahkan, produksi yang ada disebut belum mampu memenuhi seluruh permintaan warga.
Di sisi lain, BUMDes berupaya memperbesar kapasitas usaha dengan mencari tambahan pendanaan. Sejumlah opsi pembiayaan, mulai dari koperasi hingga perbankan, mulai dijajaki untuk mendukung pengembangan usaha peternakan tersebut.
“Kalau kapasitas ayam ditambah, tentu harapannya pendapatan juga meningkat dan bisa menjadi sumber pendapatan desa ke depan,” ujarnya.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






