Bagi sebagian peserta, kegiatan semacam ini bukan hanya agenda tahunan. Ada kerinduan untuk kembali merasakan suasana guyub dan kekeluargaan yang kini mulai jarang ditemui di tengah kehidupan modern. Karena itu, konsep “srawung roso” atau menjalin kedekatan rasa menjadi ruh utama acara tersebut.
Panitia juga menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan bernuansa budaya dan religi. Selain napak tilas, peserta akan memperoleh merchandise resmi serta kesempatan bertemu kerabat Mangkunegaran dari berbagai daerah dan lintas trah. Momentum ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat ikatan budaya antargenerasi.
Menariknya, kegiatan ini terbuka untuk umum. Panitia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut merasakan pengalaman menyelami sejarah secara langsung, bukan hanya lewat buku atau cerita turun-temurun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





