Khanza, siswa SD Negeri 2 Sukadaya, mengaku kondisi jalan itu sudah dialaminya sejak duduk di kelas satu hingga kini menjelang lulus.
“Kalau hujan, jalannya penuh air. Dari kelas satu sampai kelas enam, belum pernah diperbaiki,” ujarnya saat ditemui di perjalanan menuju sekolah, Senin (4/5/2026).
Ia menuturkan, kondisi jalan kerap membuat seragam dan sepatu yang dikenakannya kotor sebelum kegiatan belajar dimulai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sering kotor, baju sama sepatu,” katanya.
Khanza berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan tersebut agar para siswa tidak lagi kesulitan menuju sekolah.
Harapan serupa disampaikan warga setempat, Eny (34). Ia menyebut jalan tersebut merupakan akses penghubung antar-desa di Kecamatan Warunggunung dan Cikulur yang telah lama rusak tanpa perbaikan berarti.
“Sudah lama sekali rusak, belum pernah diperbaiki. Kasihan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







